Pisang Mas Kirana: Apa Itu, Sejarahnya, Ciri Rasa, dan Fakta Penting dari Lumajang
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pisang mas kirana adalah varietas pisang meja (buah segar) unggulan asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Buah ini dikenal karena warna kulitnya kuning cerah saat matang serta rasa manis-segar yang disukai banyak konsumen.
Komoditas ini sering disebut sebagai salah satu kebanggaan hortikultura Lumajang karena memiliki kekhasan yang terkait dengan wilayah budidayanya.
Apa itu pisang mas kirana?
Secara kategori, pisang kirana termasuk pisang untuk konsumsi segar (table fruit). Dalam publikasi penelitian tentang varietas unggul pisang di Lumajang, Mas Kirana dicatat sebagai Musa acuminata, dan disebut sebagai varietas unggul untuk buah segar (berbeda dengan pisang Agung Semeru yang lebih dikenal sebagai pisang olahan).
Selain populer di pasar, statusnya juga kuat dari sisi legal dan pengakuan. Kementerian Pertanian pernah menyebut varietas ini ditetapkan sebagai varietas unggul nasional melalui SK Menteri Pertanian No. 516/2005, yang ikut mengangkat nama “Pisang Mas Kirana” makin dikenal luas.
Sejarah nama “Kirana”
Asal penamaan “Kirana” kerap dikaitkan dengan sejarah Lumajang. Pemerintah Kabupaten Lumajang menjelaskan nama Kirana diambil dari salah satu tokoh/raja Kerajaan Lamadjang Tigangjuru, yaitu Nararya Kirana. Ini membuat pisang kirana tidak hanya komoditas pertanian, tetapi juga membawa identitas lokal.
Rasa, tekstur, dan ciri fisik yang membedakan
Keunggulan pisang satu ini paling mudah dikenali dari tampilan dan rasa. Beberapa rujukan menyebut kulit buahnya kuning bersih/kuning cerah saat matang, dengan daging buah kuning cerah dan rasa manis serta legit.
Bentuk buahnya cenderung panjang-bulat dan tampil “cantik”, sehingga menarik untuk pasar ritel maupun sajian premium.
Ada juga sumber daerah yang menyebut teksturnya renyah, manis, dan segar, serta satu tandan bisa berisi sekitar 10–16 sisir, yang dinilai menguntungkan dari sisi tampilan dan penjualan.
Asal daerah budidaya dan faktor lingkungan
Pisang mas kirana sangat lekat dengan kawasan lereng Semeru. Kementerian Pertanian menyebut pengembangan khasnya terkait wilayah Lumajang dan bahkan menyinggung bahwa karakter khasnya membuat pengembangan awalnya terkonsentrasi pada beberapa kecamatan seperti Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit.
Dari sisi ilmiah, penelitian karakterisasi varietas unggul pisang di Lumajang mencatat Mas Kirana tumbuh baik pada ketinggian sekitar 450–650 mdpl.
Sementara itu, dokumen resmi Indikasi Geografis juga menuliskan budidayanya di desa-desa pada kawasan kecamatan tertentu, dengan ketinggian tanam yang disebut berada pada rentang ratusan mdpl.
Kenapa pisang mas kirana banyak diburu?
Karena kombinasi “paket lengkap”: rasa manis-segar, tampilan menarik, serta daya tarik sebagai produk khas daerah yang punya pengakuan resmi.
Tak heran pisang yang satu ini juga kerap diliput sebagai komoditas Lumajang yang menembus pasar lebih luas dan didorong penguatannya melalui standar/sertifikasi.
Penutup
Kalau Anda mencari pisang yang ukurannya pas, tampil cantik, dan rasanya manis-legit, pisang mas kirana layak masuk daftar belanja. Nilai tambahnya bukan cuma di rasa, tapi juga cerita asal-usulnya yang kuat dari Lumajang, serta pengakuan sebagai varietas unggul nasional.
Dengan memilih produk asli dari sentranya, kamu ikut mendukung petani lokal sekaligus menjaga komoditas unggulan daerah tetap berkelanjutan. (may)
Baca juga: Pisang Agung Lumajang: Keunggulan Lokal yang Mendunia dan Kaya Manfaat
