Perkuat Harmoni, Wabup Lumajang Ajak Tokoh Agama Bangun Sinergi Berbasis Kepedulian Sosial

0
Perkuat Harmoni, Wabup Lumajang Ajak Tokoh Agama Bangun Sinergi Berbasis Kepedulian Sosial

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang ditegaskan bukan sebagai fenomena yang muncul secara instan, melainkan hasil dari komitmen kolektif yang harus terus dipupuk.

Hal tersebut menjadi poin utama dalam pertemuan Halalbihalal Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Lumajang yang berlangsung di Hotel Gajah Mada, Rabu (1/4/2026) malam.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, dalam arahannya menyampaikan bahwa keberagaman di tengah masyarakat memerlukan manajemen konflik dan kesadaran tinggi agar tetap harmonis. Ia menepis anggapan bahwa perdamaian bisa berjalan otomatis tanpa adanya upaya sistematis dari warga dan pemerintah.

“Kerukunan antarumat beragama bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Ia harus diupayakan, dirawat, dan dijaga bersama,” tegas Yudha di hadapan para tokoh lintas iman.

Transformasi Dialog Menjadi Aksi Nyata

Wabup Yudha mendorong agar hubungan antar-keyakinan tidak berhenti pada tataran diskusi formal semata. Menurutnya, kerukunan yang kokoh harus dimanifestasikan melalui aksi sosial konkret yang menyentuh lapisan ekonomi dan kemanusiaan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang kerja sama lintas komunitas sebagai mesin penggerak pembangunan yang inklusif. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan daerah melalui pemberdayaan masyarakat yang tidak memandang latar belakang agama.

Dua pilar utama yang ditekankan dalam pertemuan tersebut adalah:

  • Budaya Kepedulian: Menjadikan empati sebagai jembatan untuk meleburkan sekat perbedaan di masyarakat.

  • Konsistensi Penghormatan: Menjaga toleransi bukan hanya saat seremonial, tetapi dalam interaksi sosial sehari-hari.

“Kepedulian sosial harus menjadi budaya bersama. Ketika masyarakat saling peduli, maka sekat-sekat perbedaan akan mencair dengan sendirinya,” imbuh Yudha.

Tanggung Jawab Kolektif Masyarakat

Senada dengan pemerintah, Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Isaac Soetanto Latief, menegaskan bahwa beban menjaga perdamaian tidak boleh hanya diletakkan di pundak pemerintah daerah. Ia menilai forum komunikasi seperti Halalbihalal merupakan instrumen penting untuk membangun kepercayaan (trust building) antarumat.

“Perdamaian tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat yang hidup dalam keberagaman,” ujar Isaac.

Pertemuan ini menyimpulkan bahwa kerukunan adalah fondasi dasar bagi keberlanjutan pembangunan di Lumajang. Tanpa situasi sosial yang kondusif, program-program strategis daerah sulit untuk mencapai target maksimal. Momentum ini pun menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah aset atau modal sosial yang jika dikelola dengan bijak, akan membawa Lumajang menjadi daerah yang lebih berdaya dan inklusif di masa depan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *