Pemkab Lumajang Komitmen Beri Insentif Pendidik Keagamaan Lintas Iman
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan karakter masyarakat dengan memberikan dukungan nyata kepada para pendidik keagamaan lintas iman. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) se-Kabupaten Lumajang di Pendopo Kabupaten Lumajang, Jumat (30/1/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menyatakan bahwa pendidik keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, bermoral, dan berkepribadian kuat. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang perlu memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para tokoh agama dan pengajar yang selama ini berkontribusi besar dalam pembinaan karakter masyarakat.
Bunda Indah menegaskan Pemkab Lumajang berkomitmen memberikan insentif secara adil dan merata kepada guru Sekolah Minggu serta guru ngaji lintas agama. Kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi para pendidik keagamaan dalam membina generasi muda Lumajang.
“Kita ingin semua tokoh dan pendidik keagamaan merasakan perhatian yang sama. Karena mereka semua punya peran dalam membina generasi Lumajang yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Bunda Indah, pembangunan karakter masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendidikan nilai dan keteladanan yang tumbuh dari lingkungan keluarga serta komunitas keagamaan. Dalam konteks ini, para pendidik keagamaan menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan sosial dan keharmonisan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKSAG Kabupaten Lumajang, Pendeta Isac Sutanto Latif, menyambut positif komitmen Pemkab Lumajang dalam memperhatikan kesejahteraan pendidik keagamaan lintas iman. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembentukan karakter generasi muda.
“Perhatian kepada para pendidik keagamaan ini menjadi pesan bahwa Lumajang dibangun dengan semangat kebersamaan. Ketika para pembina karakter mendapat dukungan, maka persatuan dan kerukunan masyarakat juga akan semakin kuat,” ungkapnya.
Pemkab Lumajang berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan motivasi para pendidik keagamaan dalam menjalankan pengabdian, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Lumajang yang rukun, harmonis, dan berdaya saing. (may)
