Pemkab Lumajang Dorong Budaya Bersih Alun-alun, PKK Tekankan Perubahan Perilaku Pengunjung
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan kebersihan Alun-alun Lumajang menjadi bagian dari agenda pembangunan kualitas hidup perkotaan. Ruang publik yang bersih dipandang bukan sekadar urusan estetika, melainkan fondasi kesehatan masyarakat, kenyamanan sosial, hingga citra daerah.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Ny. Dewi Natalia Yudha, dalam talkshow di LPPL Radio Suara Lumajang, Jumat (6/2/2026), menyebut pengelolaan kebersihan ruang publik tidak cukup mengandalkan pendekatan teknis. Ia menekankan perubahan perilaku masyarakat sebagai kunci agar kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Kebersihan bukan hanya urusan petugas. Ini soal kesadaran bersama. Kalau ruang publik bersih, masyarakat yang datang pun merasa lebih nyaman dan saling menghargai,” ujar Ny. Dewi Natalia Yudha.
Ia mendorong kebiasaan sederhana seperti membawa pulang sampah atau membuang sampah pada tempatnya sebagai bentuk tanggung jawab warga. Menurutnya, konsistensi perilaku tersebut dapat membangun budaya tertib dan peduli lingkungan, sekaligus menjaga fungsi Alun-alun Lumajang sebagai ruang interaksi sosial, ruang bermain anak, dan rekreasi keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Gunawan Eko Prihantono, menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan infrastruktur kebersihan. Ia menyebut 16 petugas kebersihan dikerahkan setiap hari untuk menjaga kawasan alun-alun, disertai sekitar 30 tempat sampah di sejumlah titik.
“Upaya pemerintah tidak akan efektif tanpa keterlibatan pengunjung. Fasilitas dan petugas ada, tetapi perilaku masyarakat tetap menjadi faktor penentu,” ungkap Gunawan.
Gunawan menambahkan, pengelolaan ruang publik yang bersih merupakan investasi jangka panjang karena dapat menekan risiko gangguan kesehatan sekaligus meningkatkan daya tarik ruang kota sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi.
Pemkab Lumajang berharap pengunjung tidak lagi memandang kebersihan sebagai kewajiban struktural pemerintah, melainkan sebagai etika bersama dalam menggunakan ruang publik, sehingga Alun-alun Lumajang tetap menjadi ruang yang sehat, nyaman, dan mencerminkan karakter warga yang peduli serta bertanggung jawab. (may)
