Musim Hujan Picu Risiko DBD, Dusun Kebonan Gencarkan Fogging dan Edukasi 3M Plus
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Memasuki musim penghujan dan masa pancaroba, Dusun Kebonan, Desa Tempeh Tengah, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelaksanaan fogging atau pengasapan di area permukiman warga, Selasa (17/2/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Penyemprotan dilakukan di dalam dan sekitar rumah warga, saluran air, hingga lokasi genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk pembawa virus dengue.
Pelaksanaan fogging melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat dusun, tenaga kesehatan, kader, hingga ibu-ibu PKK. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan bersama dalam menekan risiko penularan DBD di lingkungan setempat.
Kepala Dusun Kebonan, Uun Triyono, menyebut fogging sebagai langkah respons cepat untuk mengurangi populasi nyamuk dewasa. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut tidak bisa berdiri sendiri.
“Fogging ini adalah upaya nyata melindungi warga dari ancaman DBD. Namun pencegahan yang paling efektif tetap melalui gerakan 3M Plus dan kebersamaan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.
Perawat desa, Endang, turut menjelaskan bahwa fogging hanya efektif membasmi nyamuk dewasa dan tidak menjangkau jentik yang berkembang di air tergenang.
“Fogging membantu menekan populasi nyamuk pembawa virus DBD, tetapi masyarakat tetap perlu rutin menguras dan menutup tempat penampungan air serta menghindari genangan,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Tim Penggerak PKK Desa Tempeh Tengah. Ketua TP PKK, Ny. Susi Agustina Mansyursah, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan sehat dimulai dari rumah masing-masing.
“Kesehatan dimulai dari rumah. PKK siap mendukung gerakan pencegahan DBD agar masyarakat, khususnya anak-anak, tetap terlindungi,” tuturnya.
Warga setempat menyambut positif langkah tersebut. Furedy, salah satu warga Dusun Kebonan, mengaku merasa lebih aman dengan adanya tindakan cepat dari perangkat dusun dan tenaga kesehatan.
“Kami merasa lebih tenang dengan adanya fogging ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan dan kami juga siap menjaga kebersihan lingkungan bersama,” ungkapnya.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, organisasi PKK, dan masyarakat, Dusun Kebonan menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan minim risiko penyebaran DBD selama musim hujan berlangsung.
