Lumajang Libatkan Pesantren dalam Strategi Eliminasi TBC, Targetkan Kontribusi Nasional 2030

0
Lumajang Libatkan Pesantren dalam Strategi Eliminasi TBC, Targetkan Kontribusi Nasional 2030

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan kesiapan penuh mendukung langkah strategis eliminasi Tuberkulosis (TBC) dengan fokus pada tiga pilar utama. Antara lain sosialisasi masif, penguatan layanan kesehatan primer, dan pelibatan komunitas, khususnya pesantren.

Komitmen itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dalam audiensi bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Lumajang di Ruang Mahameru, Kamis (7/8/2025).

“Upaya eliminasi TBC tidak cukup hanya pada aspek medis. Kita perlu menggugah kesadaran masyarakat dari hulu, membangun edukasi yang berkelanjutan hingga ke desa-desa dan komunitas berbasis agama seperti pesantren,” tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah.

Menurutnya, Pemkab Lumajang siap memperluas kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan jangkauan informasi, memperkuat pelayanan primer di fasilitas kesehatan tingkat pertama, serta membangun gerakan bersama berbasis partisipasi masyarakat.

Ketua Lakpesdam PCNU Lumajang, Ahmad Hafidz Lubis, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah bersinergi dengan NGO Wiratama untuk mendistribusikan 150 oxygen concentrator ke 50 fasilitas layanan kesehatan di Jawa Timur, termasuk Lumajang. Salah satu unit telah diserahkan ke Klinik Husada Mulia.

Selain itu, Lakpesdam PCNU bersama Dinas Kesehatan P2KB Lumajang tengah menyusun agenda sosialisasi pencegahan TBC dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.

“Pesantren menjadi simpul penting dalam membangun literasi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih minim informasi. Kami ingin menguatkan pendekatan berbasis komunitas,” kata Hafidz.

Langkah ini sejalan dengan Strategi Nasional Penanggulangan TBC 2020–2024 yang menargetkan Indonesia bebas TBC pada 2030. Pelibatan multisektor dan jejaring sosial masyarakat menjadi bagian krusial dalam strategi tersebut.

Dengan sinergi yang diperkuat antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil, Lumajang menargetkan kontribusi nyata dalam upaya nasional membebaskan Indonesia dari TBC secara menyeluruh dan berkelanjutan. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *