Ketua TP PKK Lumajang Soroti Pentingnya Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

0
Ketua TP PKK Lumajang Soroti Pentingnya Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Keluarga

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Ketahanan ekonomi keluarga tidak lagi bisa diukur hanya dari besaran pendapatan. Kemampuan mengelola uang, menyusun prioritas kebutuhan, dan mengambil keputusan finansial yang tepat justru menjadi penopang utama stabilitas ekonomi rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat menghadiri kegiatan penguatan kapasitas kader PKK melalui literasi keuangan di Kelurahan Tompokersan, Lumajang, Senin (9/2/2026).

Menurut Dewi Natalia, berbagai persoalan ekonomi keluarga kerap berakar pada lemahnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Tanpa perencanaan yang baik, penghasilan yang ada sering kali tidak mampu mencukupi kebutuhan secara berkelanjutan.

“Literasi keuangan bukan hanya soal menambah penghasilan, tetapi bagaimana keluarga mampu mengatur, merencanakan, dan menggunakan keuangan secara bijak. Di sinilah peran kader PKK menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia menegaskan, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai jembatan edukasi keuangan di tengah masyarakat. Tidak sekadar menjalankan program, kader diharapkan mampu menjadi pendamping yang menyampaikan konsep keuangan secara sederhana, relevan, dan sesuai dengan kondisi keluarga di lingkungannya.

Pendekatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat. Edukasi dapat dimulai dari hal paling mendasar, seperti penyusunan anggaran rumah tangga, perencanaan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, hingga pemahaman mengenai layanan keuangan yang aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan literasi keuangan ini melibatkan TP PKK Kecamatan, TP PKK Kelurahan Tompokersan, serta didukung oleh Bank Indonesia dan Bank Jatim. Program tersebut dirancang untuk membekali kader dengan pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan sekaligus disebarluaskan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.

Dewi Natalia berharap, peningkatan kapasitas kader tidak berhenti pada tataran individu. Ia mendorong adanya tindak lanjut berupa edukasi berkelanjutan hingga ke tingkat dasawisma agar literasi keuangan tumbuh menjadi gerakan kolektif.

“Jika kader PKK mampu menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungannya, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat, dan dampaknya akan dirasakan secara luas,” pungkasnya.

Melalui penguatan literasi keuangan berbasis peran kader, TP PKK Kabupaten Lumajang diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang lebih mandiri, adaptif, dan sejahtera di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *