Isra Miraj 2026: Sejarah Singkat, Perjalanan Nabi, dan Amalannya
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Isra miraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengingat salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yaitu perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu kenaikan ke sidratul muntaha.
Peristiwa ini bukan sekadar kisah sejarah, tetapi juga sumber pelajaran spiritual tentang hubungan hamba dengan Tuhannya—terutama melalui ibadah salat.
Sejarah Isra’ Mikraj dan Latar Peristiwa
Isra’ Mikraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sekitar satu tahun sebelum hijrah ke Madinah, atau antara 620–621 Masehi menurut mayoritas ulama. Banyak riwayat populer menyebut peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab, meski terdapat variasi pendapat tentang waktu pastinya.
Saat itu Rasulullah SAW tengah berada dalam masa duka setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Dalam sejumlah riwayat, Malaikat Jibril datang, membelah dada Nabi, mencuci hati beliau dengan air Zamzam, lalu mengisinya dengan iman dan hikmah sebelum perjalanan agung dimulai.
Perjalanan Isra’: Dari Mekkah ke Masjidil Aqsa
Dalam peristiwa Isra’, Nabi Muhammad SAW menaiki Buraq, tunggangan yang digambarkan melampaui kecepatan biasa. Perjalanan dari Mekkah menuju Yerusalem berlangsung sangat singkat.
Sesampainya di Masjidil Aqsa, Nabi disebut memimpin salat bersama para nabi terdahulu—sebuah simbol kepemimpinan Rasulullah SAW atas risalah para nabi. Momen ini juga mempertegas kemuliaan Masjidil Aqsa sebagai salah satu tempat suci dalam Islam.
Mi’raj: Naik ke Langit dan Bertemu Para Nabi
Setelah Isra’, peristiwa berlanjut dengan Mi’raj, yaitu kenaikan Rasulullah SAW melalui tujuh lapisan langit. Dalam riwayat yang masyhur, Nabi bertemu Adam di langit pertama, Isa dan Yahya di langit kedua, Yusuf di langit ketiga, Idris di langit keempat, Harun di langit kelima, Musa di langit keenam, dan Ibrahim di langit ketujuh dekat sidratul muntaha.
Puncak perjalanan ini menegaskan kebesaran Allah SWT dan memperkuat keteguhan Nabi dalam menghadapi ujian dakwah.
Keutamaan dan Amalan Saat Peringatan Isra Miraj 2026
Peringatan Isra Miraj 2026 umumnya diisi dengan penguatan ibadah, terutama salat. Dalam peristiwa Mi’raj, kewajiban salat awalnya diperintahkan 50 kali sehari, kemudian diringankan menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 kali.
Karena itu, banyak umat memperbanyak salat sunnah seperti rawatib, tahajud, dan dhuha, serta memperkuat kualitas salat wajib. Ada juga yang menghidupkan malam dengan dzikir, doa, dan membaca Surah Al-Isra’ ayat 1 sebagai pengingat akan mukjizat ini.
Sebagian muslim juga memilih puasa sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, dengan tetap mengutamakan tuntunan yang jelas dan tidak berlebihan.
Hikmah Isra’ Mikraj yang Tetap Aktual
Hikmah terbesar Isra’ Mikraj adalah penegasan bahwa salat merupakan “tiang agama” yang menghubungkan hati manusia dengan Allah.
Peristiwa ini mengajarkan keteguhan saat menghadapi ujian, memperkuat keyakinan pada keesaan Allah, serta mengajak umat merefleksikan perjuangan spiritual menuju iman yang lebih matang.
Karena itu, isra miraj 2026 bisa menjadi momentum memperbaiki salat, memperkuat akhlak, dan menata ulang prioritas hidup agar lebih dekat kepada Sang Pencipta. (may)
Baca juga: Bupati Lumajang: Pensiunan Punya Peran Strategis untuk Bimbing Generasi Muda
