IHSG Anjlok di Tengah Ketidakpastian Global, Begini Kata Lo Kheng Hong
Jakarta (mediacenterlumajang.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah signifikan pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Indeks ditutup turun 1,23 persen ke level 7.020, melanjutkan tren negatif akibat tekanan jual investor asing di tengah ketidakpastian global.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp10,7 triliun dengan volume perdagangan 17,8 miliar saham. Saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan ASII menjadi pemberat utama indeks setelah masing-masing terkoreksi lebih dari satu persen.
Dilansir dari Bloomberg, investor kawakan Lo Kheng Hong menilai koreksi IHSG tidak terlepas dari pandangan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia yang mendorong penyesuaian portofolio investor.
Lo mengingatkan agar investor tidak menjadikan potensi masuknya saham ke dalam indeks MSCI sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.
“Saran untuk investor agar ketika ingin membeli saham bukan karena sahamnya berpotensi masuk MSCI, tetapi membeli saham perusahaan karena kinerja bagus, cuannya besar dan valuasinya murah,” kata Lo Kheng Hong melalui pesan singkat, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas Arief Gunawan menilai tekanan IHSG juga dipengaruhi respons pasar terhadap data inflasi domestik yang lebih tinggi dari perkiraan Bank Indonesia, serta penguatan dolar Amerika Serikat yang menekan mata uang regional, termasuk rupiah yang melemah di kisaran Rp15.870 per dolar AS.
Menurut Arief, kondisi tersebut mendorong investor menarik dana dari aset berisiko dan meningkatkan lindung nilai pada instrumen berbasis dolar. Volatilitas global yang tinggi turut memperburuk sentimen terhadap pasar saham negara berkembang.
Di sisi lain, sektor energi dan komoditas mencatat kinerja relatif lebih baik seiring reli harga minyak mentah dunia. Namun, penguatan sektor tersebut belum mampu menahan tekanan jual secara keseluruhan.
Analis memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih berada di kisaran 6.950–7.100, bergantung pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan rilis data inflasi nasional berikutnya. (may)
