Harga Komoditas Naik di Bulan Ramadan, Bupati Lumajang: Kami Genjot Operasi Pasar dan Dorong Produksi Lokal
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, sejumlah harga komoditas pangan di pasar tradisional Lumajang terpantau mengalami kenaikan. Merespons kondisi tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Operasi Pasar Murah Jadi Andalan
Bupati Indah menjelaskan bahwa langkah konkret yang segera dilakukan pemerintah adalah intensifikasi operasi pasar murah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses sembako dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat di tengah tekanan inflasi musiman.
“Yang pertama kita lakukan operasi pasar murah, jadi sembako murah ya, seperti beras dan telur. Itu yang akan kita lakukan saat Ramadan ini, meskipun sebenarnya sudah kita lakukan juga sebelum Ramadan untuk mengendalikan harga,” ujar Indah saat ditemui awak media.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Daging Ayam
Terkait kenaikan harga daging ayam yang kerap menjadi sorotan di bulan Ramadan, Bupati Indah memetakan dua faktor utama penyebabnya. Pertama, tingginya permintaan konsumsi rumah tangga yang meningkat drastis karena tradisi masyarakat dalam menyajikan menu berbuka puasa yang lebih berkualitas.
Faktor kedua, lanjut Indah, adalah adanya peningkatan permintaan dari sektor program sosial. “Karena sekarang sudah banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang operasional, itu bisa jadi faktor kenaikan harga,” tambahnya.
Solusi Jangka Panjang: Kemandirian Peternakan
Lebih jauh, Bunda Indah menekankan pentingnya keseimbangan antara supply (pasokan) dan demand (permintaan) untuk menjaga stabilitas harga. Ia mendorong masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai peluang investasi di sektor peternakan, khususnya ayam pedaging dan ayam petelur.
“Sesungguhnya kenaikan ini bisa dikendalikan. Saya mendorong masyarakat yang mau berinvestasi soal beternak ayam, baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Supaya apa? Ketika kebutuhan tinggi dan barang tersedia cukup, itu bisa mengendalikan harga,” tegas Indah.
Menurutnya, masalah kenaikan harga terjadi karena hukum ekonomi dasar. Ketika kebutuhan melonjak namun stok barang di pasar kurang, maka harga secara otomatis akan naik. Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen untuk terus memantau distribusi pangan agar stok tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri mendatang. (may)
