GERD Menyebabkan Kematian: Mitos atau Fakta?

0
GERD Menyebabkan Kematian: Mitos atau Fakta?

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung naik merupakan kondisi umum yang dialami jutaan orang di Indonesia. Banyak yang bertanya-tanya, apakah GERD bisa menyebabkan kematian mendadak? Jawabannya tidak langsung, tapi jika dibiarkan tanpa pengobatan, komplikasi serius bisa mengancam nyawa.

Pengertian GERD

GERD terjadi saat katup antara kerongkongan dan lambung melemah, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala utamanya meliputi heartburn (sensasi terbakar di dada), mual, batuk kronis, dan kesulitan menelan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai serangan jantung karena nyeri dada yang mirip, tapi GERD sendiri tidak memicu kematian mendadak.

Mengapa Muncul Isu Kematian?

Hoaks beredar luas di media sosial bahwa GERD bisa sebabkan mati mendadak, seperti kasus selebriti atau mahasiswa muda. Faktanya, ini mitos. GERD tidak memengaruhi jantung secara langsung. Namun, gejala mirip serangan jantung membuat orang panik dan abaikan pengobatan dini.

Komplikasi Serius GERD

Jika tidak ditangani, GERD berpotensi fatal melalui komplikasi:

  • Esofagitis dan Ulkus: Peradangan kerongkongan menyebabkan luka, pendarahan, atau penyempitan (striktur esofagus). Ini sulitkan menelan dan tingkatkan risiko tersedak.

  • Pneumonia Aspirasi: Cairan lambung masuk paru-paru, picu infeksi berat yang bisa fatal tanpa antibiotik cepat.

  • Esofagus Barrett dan Kanker: Perubahan sel kerongkongan jadi prakanker, lalu adenokarsinoma esofagus. Risiko ini naik pada penderita kronis, tapi jarang dan butuh bertahun-tahun.

Komplikasi ini jarang sebabkan kematian mendadak, tapi kronis jika diabaikan.

Faktor Risiko

Siapa rentan? Obesitas, merokok, makan pedas/minuman berkafein, hamil, atau tidur setelah makan besar. Anak muda kini banyak kena karena gaya hidup: makan malam larut, stres, kurang olahraga.

Pencegahan dan Pengobatan

Cegah dengan hindari pemicu: makan kecil sering, jangan rebahan 2-3 jam post-makan, angkat kepala tempat tidur 15 cm. Obat seperti antasida atau PPI (omeprazole) efektif, tapi konsultasi dokter. Endoskopi deteksi komplikasi dini. Gaya hidup sehat selamatkan nyawa!

Kesimpulan Penting

GERD tidak langsung menyebabkan kematian, tapi komplikasi lambat laun berbahaya. Jangan anggap remeh, periksa rutin kurangi risiko kanker esofagus hingga 90%. Sadar gejala, obati tepat waktu untuk hidup sehat. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *