Empat Kandidat Rebut Kursi Direktur Perumdam Tirta Mahameru, Penetapan Tunggu Keputusan Bupati Lumajang
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Proses pemilihan Direktur Perumdam Tirta Mahameru Kabupaten Lumajang kini berada di fase penentuan. Empat peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi telah menjalani uji kompetensi terakhir berupa wawancara langsung dengan Bupati Lumajang pada Sabtu (14/2/2026).
Wawancara tersebut menjadi bagian dari penilaian menyeluruh terhadap kemampuan kepemimpinan, integritas, serta arah strategi bisnis yang ditawarkan masing-masing kandidat untuk memajukan perusahaan daerah air minum itu.
Adapun empat calon yang bersaing yakni Noer Aisyah Barlian (Lumajang), Miftahur Ridho (Banyuwangi), Didik Cahyanto (Probolinggo), dan Bagus Andi Puspito (Jember).
Sebelumnya, mereka telah melewati seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan, hingga penelusuran rekam jejak profesional oleh panitia seleksi.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Lumajang, Bonni Momenta, menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara sistematis untuk memastikan kandidat terpilih memiliki kapasitas yang dibutuhkan.
“Seleksi dilakukan secara bertahap dan terukur untuk mendapatkan figur yang mampu memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, tantangan yang dihadapi Perumdam Tirta Mahameru ke depan tidak ringan. Selain menjaga ketersediaan dan distribusi air bersih, perusahaan juga dituntut meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jaringan layanan, menjaga mutu air, serta memperbaiki sistem pelayanan pelanggan.
Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di sektor layanan dasar, Perumdam Tirta Mahameru memiliki peran strategis dalam menjamin akses air minum masyarakat Lumajang. Karena itu, sosok direktur baru diharapkan mampu membawa pembaruan dalam pengelolaan aset dan sumber daya, sekaligus memperkuat kinerja keuangan tanpa mengabaikan aspek pelayanan publik.
Penguatan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan. Selain kompetensi teknis, kemampuan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan pelanggan juga menjadi pertimbangan utama.
Setelah tahap wawancara rampung, proses berikutnya adalah penyelesaian administrasi, termasuk penandatanganan kontrak kerja. Penetapan direktur definitif sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah sesuai regulasi yang berlaku.
Seleksi ini diharapkan menjadi momentum pembenahan internal Perumdam Tirta Mahameru agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu memberikan layanan air minum yang andal bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. (may)
