Dinkes Lumajang Ingatkan Warga Waspada Super Flu

0
Dinkes Lumajang Ingatkan Warga Waspada Super Flu

Lumajang (mediacenterlumajang.com) — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang menekankan pentingnya pencegahan untuk menghadapi fenomena “super flu”, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap infeksi saluran pernapasan yang menyebar cepat dan disebut bergejala lebih berat dibanding flu musiman.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshal Trihandono, mengatakan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci menekan penularan.

“Menjaga kebersihan diri, mempertahankan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, menggunakan masker di tempat umum, serta membiasakan etika batuk dan bersin yang benar adalah langkah sederhana, murah, dan sangat efektif untuk menurunkan risiko penularan virus influenza,” ungkap dr. Marshal saat Talkshow Jelita di LPPL Radio Suara Lumajang, Kamis (15/1/2026).

Ia merinci kebiasaan yang perlu diperkuat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih, serta membatasi aktivitas di tempat ramai ketika kondisi tubuh menurun. Menurutnya, langkah-langkah tersebut kerap diabaikan padahal penting untuk memutus rantai penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Selain pencegahan, penguatan imunitas juga menjadi perhatian. Masyarakat diimbau mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, berolahraga ringan secara teratur, serta mengelola stres. “Imunitas yang kuat membuat tubuh lebih siap melawan infeksi, termasuk varian influenza yang bermutasi,” tambahnya.

Dalam penanganan, dr. Marshal meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri otot ekstrem, atau kelelahan berlebihan. “Jangan menganggap remeh gejala flu yang tidak biasa. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil potensi penularan ke orang lain,” tegasnya.

Ia juga menyarankan isolasi mandiri bagi penderita yang terindikasi super flu guna mencegah penularan di keluarga, sekolah, dan tempat kerja. Selama isolasi, pasien diminta menjaga hidrasi, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta memantau perkembangan gejala. “Isolasi mandiri bukan sekadar kewajiban sosial untuk melindungi orang lain, tetapi juga bagian dari proses penyembuhan yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Di sisi kebijakan, pemerintah daerah disebut memiliki peran strategis melalui edukasi publik, penguatan layanan kesehatan, serta penyebaran informasi yang akurat agar kewaspadaan meningkat tanpa memicu kepanikan. Warga juga diimbau tetap tenang dan merujuk informasi resmi agar tidak terjebak hoaks.

Dengan kolaborasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah, dr. Marshal berharap dampak kesehatan dan sosial akibat fenomena super flu dapat ditekan.

“Disiplin dalam menerapkan langkah pencegahan serta kesiapsiagaan dalam penanganan diharapkan mampu meminimalkan dampak kesehatan dan sosial akibat fenomena super flu,” harapnya. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *