Cegah Program Terputus, Sekda Lumajang Wajibkan Pejabat Baru Pelajari Memori Jabatan

0
Cegah Program Terputus, Sekda Lumajang Wajibkan Pejabat Baru Pelajari Memori Jabatan

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, memberikan instruksi tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera mempelajari dokumen memori serah terima jabatan. Menurutnya, langkah ini krusial untuk memastikan tidak ada program kerja yang terhenti atau mengalami kekosongan pasca-rotasi jabatan.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda saat menghadiri Serah Terima Jabatan Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Ruang Narariya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Senin (27/10/2025).

Agus Triyono menyoroti bahwa memori jabatan sering kali dianggap sekadar formalitas, padahal dokumen tersebut merupakan panduan strategis yang berisi rekam jejak, capaian, kendala, dan rekomendasi dari pejabat sebelumnya.

“Buku memori jabatan bukan sekadar dokumen seremonial. Di situ ada catatan kerja yang menjadi pijakan agar program berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan,” ujar Sekda.

Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap memori jabatan adalah kunci untuk menjaga kesinambungan program pembangunan dan pelayanan publik. Pejabat baru tidak perlu memulai dari nol, melainkan dapat langsung melanjutkan tongkat estafet program yang sudah berjalan.

“Setiap transisi jabatan harus memastikan tidak ada kegiatan yang terputus. Dengan membaca dan memahami memori jabatan, kesinambungan program bisa dijaga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Agus Triyono menyatakan bahwa budaya mempelajari memori jabatan merupakan cerminan birokrasi yang dewasa dan akuntabel. Ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan di level mana pun tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat akibat program yang mandek.

“Transisi yang baik adalah yang tidak menimbulkan kekosongan. Semua harus bergerak dengan ritme yang sama, karena masyarakat menunggu hasil kerja kita,” tegas Agus.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Lumajang berkomitmen memperkuat budaya administrasi yang tertib sebagai fondasi pemerintahan yang efektif. Disiplin dalam dokumentasi dan serah terima data dinilai sebagai langkah awal untuk mewujudkan birokrasi yang solid dan berorientasi pada hasil.

“Kita ingin birokrasi yang solid, terbuka, dan berorientasi hasil. Semua berawal dari disiplin administrasi dan kesadaran dokumentasi,” pungkasnya. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *