Tak Hanya Tumpak Sewu, Pronojiwo Lumajang Siapkan Agrowisata Buah dan Edukasi Peternakan

0
Tak Hanya Tumpak Sewu, Pronojiwo Lumajang Siapkan Agrowisata Buah dan Edukasi Peternakan

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, nantinya memiliki pilihan aktivitas wisata yang lebih beragam.

Selain menikmati panorama air terjun Tumpak Sewu, pengunjung ditargetkan dapat menjelajahi kawasan agrowisata yang menawarkan pengalaman memetik buah, mengenal budidaya tanaman, hingga belajar tentang peternakan.

Destinasi baru tersebut sedang dikembangkan di atas lahan pribadi seluas tiga hektare milik Tolib dan ditargetkan mulai dibuka pada awal 2027.

Pengembangan kawasan ini menjadi bagian dari upaya memperluas daya tarik pariwisata Pronojiwo. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas berkat keindahan wisata alam, terutama Tumpak Sewu yang telah menarik wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menjelaskan bahwa kawasan agrowisata tersebut dirancang dengan menggabungkan perkebunan buah, peternakan, dan kegiatan edukasi pertanian.

Sejumlah komoditas yang disiapkan meliputi salak, jeruk, durian, dan stroberi. Salak serta durian akan menjadi produk unggulan, sedangkan stroberi dikembangkan sebagai komoditas pendukung karena dinilai cocok dengan karakteristik tanah dan kondisi cuaca di lokasi.

“Produk utama atau buah unggulannya nanti salak dan durian. Tetapi di sana juga akan ada ratusan hingga ribuan tanaman stroberi, karena ternyata kondisi cuaca dan tanahnya cocok untuk budidaya stroberi,” ujar Galih, Sabtu (31/10/2026).

Agrowisata Tiga Hektare Mulai Dibangun

Pengembangan destinasi tersebut saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Selain pembangunan fasilitas utama, pengelola juga menyiapkan akses jalan tembus yang memungkinkan pengunjung berkeliling dan menikmati berbagai area perkebunan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang turut memberikan pendampingan selama proses pengembangan. Pendampingan tersebut meliputi masukan mengenai konsep destinasi, penguatan daya tarik wisata, hingga penyusunan aktivitas yang dapat memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.

Tidak hanya berorientasi pada rekreasi, kawasan ini juga dirancang menjadi tempat pembelajaran mengenai dunia pertanian dan peternakan. Pengunjung nantinya berpeluang mengenal aktivitas pemeliharaan kambing dan unggas sebagai bagian dari pengalaman wisata edukatif.

“Kami dari Dinas Pariwisata ikut mendampingi sejak proses pembangunan. Kami memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” jelas Galih.

Konsep tersebut membuka peluang bagi agrowisata untuk menjadi alternatif kegiatan luar ruang bagi pelajar. Melalui kunjungan edukatif, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung mengenal tanaman buah, budidaya pertanian, dan pemeliharaan hewan ternak.

Target Dibuka Awal 2027, Perkuat Wisata Pronojiwo

Kehadiran agrowisata ini diharapkan mampu memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di Pronojiwo. Selama ini, sebagian besar daya tarik kawasan tersebut bertumpu pada wisata alam, khususnya air terjun dan panorama pegunungan.

Dengan bertambahnya pilihan destinasi, wisatawan yang datang untuk menikmati Tumpak Sewu diharapkan memiliki alternatif kegiatan lain tanpa harus meninggalkan kawasan Pronojiwo.

“Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu bisa lebih lama tinggal di Pronojiwo. Jadi, pilihan wisatanya semakin bervariasi. Tidak hanya coban dan air terjun, tetapi juga ada wisata baru yang menawarkan inovasi dan pengalaman berbeda,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata menargetkan destinasi tersebut mulai beroperasi pada awal 2027. Sebelum dibuka untuk umum, masih terdapat sejumlah persiapan yang harus diselesaikan, mulai dari pembangunan fisik, pemenuhan perizinan, hingga promosi destinasi.

Galih berharap pengembangan berbagai jenis wisata dapat menjadikan Pronojiwo sebagai kawasan tujuan wisata dengan pilihan pengalaman yang semakin lengkap.

“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” pungkasnya.

Jika terealisasi sesuai target, agrowisata ini akan menambah alternatif destinasi di Pronojiwo sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke salah satu kawasan wisata unggulan Kabupaten Lumajang tersebut. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *