Semeru Semburkan Asap 1.200 Meter, BPBD Lumajang: Status Siaga, Warga Jangan Panik
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan aktivitas vulkanisnya. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini dilaporkan mengalami erupsi pada Kamis (18/6/2026) pukul 11.10 WIB, dengan menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.200 meter di atas puncak kawah.
Berdasarkan data visual dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Tiupan angin membawa material abu vulkanis tersebut bergerak condong ke arah timur laut. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menegaskan bahwa situasi di wilayah lereng Semeru masih kondusif. Petugas pos pengamatan bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas magma secara real-time dan akurat. Warga pun diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu liar.
“Masyarakat tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami rekomendasi yang telah ditetapkan dan tidak melakukan aktivitas di zona yang memang telah dinyatakan berisiko oleh PVMBG,” ujar Isnugroho dalam keterangan resminya, Kamis (18/6/2026).
Batas Radius Aman dan Zona Bahaya Sektoral
Isnugroho meluruskan pandangan keliru di masyarakat dengan menjelaskan bahwa status Siaga (Level III) bukan berarti seluruh wilayah Kabupaten Lumajang dalam kondisi mencekam atau bahaya. Larangan beraktivitas murni hanya berlaku pada titik-titik koordinat tertentu yang memiliki risiko tinggi terdampak material erupsi.
Guna menjamin keselamatan jiwa, PVMBG mengeluarkan rekomendasi larangan aktivitas pada beberapa zona steril berikut:
-
Sektor SektorTenggara (Besuk Kobokan): Dilarang keras ada aktivitas sedalam 13 kilometer dari puncak kawah.
-
Sempadan Sungai Besuk Kobokan: Steril dalam radius 500 meter dari tepi tanggul sungai karena rawan perluasan awan panas dan aliran lahar dingin.
-
Radius Puncak Kawah: Steril dalam jarak 5 kilometer dari kawah aktif demi menghindari risiko lontaran batu atau material pijar.
Tetap Beraktivitas Normal dengan Kewaspadaan Tinggi
Bagi masyarakat Lumajang yang berdomisili di luar kawasan rawan bencana (KRB) di atas, BPBD mengimbau agar tetap menjalankan roda perekonomian dan aktivitas harian seperti biasa. Sektor pertanian, perdagangan, dan pelayanan publik di pusat kota dipastikan berjalan aman.
Isnugroho mengingatkan bahwa kunci utama dari mitigasi bencana di era modern adalah kepatuhan dan literasi informasi. Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di tebing Semeru diminta selalu mengecek prakiraan cuaca, mengingat curah hujan tinggi di puncak dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin sewaktu-waktu.
Pemkab Lumajang bersama lembaga vertikal berkomitmen untuk terus menyebarluaskan pembaruan data berkala melalui kanal siber resmi. Lewat kedewasaan sikap warga yang tanggap bencana dan patuh pada instruksi petugas, diharapkan risiko dampak fatalitas bisa ditekan sekecil mungkin. (may)
