Sambut Generasi Emas 2045, Bunda PAUD Lumajang Desak Penguatan Kolaborasi Guru dan Orang Tua
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Menyiapkan fondasi kokoh menuju visi besar Generasi Emas Indonesia 2045 tidak bisa hanya digantungkan pada pundak lembaga sekolah semata. Kunci utama keberhasilan stimulasi dan tumbuh kembang anak usia dini terletak pada eratnya ikatan kerja sama antara lingkungan domestik keluarga dengan instansi pendidikan.
Urgensi pembenahan ekosistem ramah anak ini dikemukakan oleh Bunda PAUD Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat membuka gelaran akbar Gebyar PAUD Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Acara tersebut dipusatkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Sabtu (6/6/2026).
Dewi Natalia memaparkan bahwa kecerdasan otak dan pembentukan karakter mulia pada anak merupakan produk dari kolaborasi yang seimbang. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang membidangi isu anak dituntut bergerak simultan demi menghadirkan fasilitas belajar yang berkualitas, inklusif, dan aman.
“Keberhasilan menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas dan melahirkan anak-anak yang hebat merupakan hasil kerja bersama dari seluruh pihak yang terlibat,” ujar Dewi Natalia dalam sambutan hangatnya di hadapan ratusan pendidik.
Pembagian Peran Pengasuhan Anak
Dalam menyongsong tantangan zaman yang kian dinamis, istri Wakil Bupati Lumajang ini merinci pembagian peran ideal yang wajib dipenuhi oleh masing-masing lini:
-
Keluarga (Orang Tua): Bertindak sebagai madrasah pertama yang menanamkan pilar moral, etika, karakter, dan pemenuhan kasih sayang emosional dasar.
-
Guru (Tenaga Pendidik): Menjadi fasilitator di luar rumah yang bertugas mengasah kepekaan kognitif, motorik, serta mendeteksi minat bakat anak secara terstruktur.
-
Pemerintah & Organisasi Mitra: Hadir sebagai regulator yang menjamin ketersediaan sarana prasarana sekolah, pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting, serta jaminan akses hukum pendidikan yang merata.
“Sinergi antara keluarga, guru, organisasi mitra, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar anak-anak mendapatkan dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembangnya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang memosisikan ajang Gebyar PAUD ini melampaui batas panggung perlombaan anak-anak. Momentum tahunan ini diadopsi sebagai ruang evaluasi bersama guna menyelaraskan kurikulum pengajaran lokal agar selalu berpihak pada kebutuhan riil anak tanpa adanya unsur paksaan belajarnya (play-based learning).
Melalui komitmen keterpaduan visi ini, Lumajang optimistis dapat mencetak bibit-bibit unggul daerah yang sehat fisik, cerdas intelegensia, serta tangguh mentalitasnya, guna menyokong estafet kepemimpinan bangsa dua dekade mendatang. (may)
