Bidik Pendanaan World Bank Rp84 Miliar, Lumajang Ajukan Proyek Pengolahan Sampah Terpadu ke Kemendagri
JAKARTA (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah memperjuangkan lompatan besar dalam tata kelola lingkungan melalui pengajuan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Proyek strategis ini dirancang untuk merombak total sistem pengelolaan sampah daerah dari hulu hingga hilir dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp84,65 miliar.
Langkah tersebut ditegaskan oleh Indah Amperawati saat melakukan audiensi bersama Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Jakarta Selatan, Rabu (1/4/2026). Program yang didukung pendanaan dari World Bank (Bank Dunia) ini direncanakan berjalan selama lima tahun ke depan.
Menjawab Tantangan 553 Ton Sampah Per Hari
Pengajuan proyek LSDP didasari oleh data timbulan sampah di Kabupaten Lumajang yang kini mencapai 553 ton per hari. Angka ini menuntut adanya kapasitas infrastruktur yang jauh lebih besar dan sistem logistik yang lebih efisien dibandingkan pola konvensional saat ini.
“Penguatan sistem menjadi fokus utama agar pengelolaan sampah berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” terang Indah Amperawati dalam keterangannya.
Transformasi Tiga Zona: Hulu, Tengah, dan Hilir
Dalam kerangka LSDP, intervensi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada penumpukan residu yang berlebihan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Berikut adalah poin-poin transformasinya:
-
Zona Hulu (Masyarakat): Memperkuat pemilahan sampah skala rumah tangga melalui optimalisasi Gerakan MAMARISA. Pemilahan di sumber dianggap sebagai kunci utama penentu keberhasilan sistem.
-
Zona Tengah (Pengolahan): Peningkatan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna meningkatkan nilai ekonomis sampah.
-
Zona Hilir (Residu): Modernisasi TPA melalui penambahan alat berat, perbaikan manajemen operasional, dan penguatan sistem logistik dengan menambah armada kontainer pengangkut.
Investasi Jangka Panjang dan Kolaborasi
Selain pembangunan fisik, program ini juga menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sistem monitoring yang transparan. Pemerintah daerah optimistis bahwa dengan sistem yang akuntabel, pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Penguatan sarana dan prasarana menjadi bagian integral untuk memastikan layanan berjalan efektif di seluruh wilayah,” tambahnya.
Melalui sinergi antara dana internasional, dukungan pusat, dan partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi, Kabupaten Lumajang menargetkan terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan adaptif terhadap pertumbuhan penduduk di masa depan. (may)
