Segini Tarif Listrik 1 April 2026, Cek Sekarang!
JAKARTA (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian tarif tenaga listrik (tariff adjustment) bagi seluruh golongan pelanggan PLN pada triwulan II tahun 2026. Kebijakan ini berlaku efektif mulai 1 April hingga 30 Juni 2026.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama saat momentum Lebaran 2026. Dengan proyeksi pergerakan 143,9 juta pemudik tahun ini, ketetapan tarif yang stabil diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga di tengah meningkatnya kebutuhan hari raya.
Dukungan Penuh bagi Pemudik
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keputusan untuk mempertahankan tarif lama merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendukung aktivitas sosial masyarakat. Stabilnya biaya energi menjadi faktor krusial agar konsentrasi warga tidak terpecah oleh beban tambahan biaya hidup saat melakukan perjalanan mudik dan balik lebaran.
“Tarif tetap stabil hingga Juni 2026 berdasarkan formula ESDM. Ini bentuk dukungan pemerintah agar masyarakat fokus mudik tanpa beban tambahan,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Daftar Tarif Listrik per 1 April 2026
Berdasarkan keputusan tersebut, berikut adalah rincian biaya pemakaian listrik yang berlaku secara nasional:
1. Golongan Rumah Tangga Subsidi (Tetap Rendah)
-
R-1/TR 450 VA: Rp415/kWh
-
R-1/TR 900 VA: Rp605/kWh
2. Golongan Rumah Tangga Non-Subsidi
-
R-1/TR 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu): Rp1.352/kWh
-
R-1/TR 1.300 VA hingga 2.200 VA: Rp1.444,70/kWh
-
R-2/TR 3.500 VA ke atas hingga R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53/kWh
Akses Transparansi Layanan
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap memantau penggunaan energi secara bijak selama masa libur panjang. Pelanggan dapat memastikan golongan tarif dan mengecek tagihan secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile guna menghindari ketidaksesuaian pembayaran.
Penetapan tarif yang tidak berubah ini menjadi angin segar bagi sektor domestik maupun industri, mengingat stabilitas harga energi merupakan salah satu motor penggerak daya beli nasional di tengah dinamika ekonomi global. (may)
