Personel SAR Lumajang Siaga di Tengah Ombak Pantai Mbah Drajid
LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menerapkan skema pengamanan non-konvensional guna mengantisipasi kecelakaan laut selama libur Lebaran Ketupat. Alih-alih hanya memantau dari daratan, tim SAR gabungan justru bersiaga dengan berenang langsung di titik-titik rawan arus Pantai Mbah Drajid, Sabtu (28/3/2026).
Langkah proaktif ini diambil menyusul lonjakan signifikan jumlah wisatawan di kawasan pesisir selatan tersebut. Karakteristik Pantai Mbah Drajid yang memiliki arus kuat menuntut petugas untuk lebih responsif dengan memperpendek jarak jangkauan terhadap pengunjung yang berenang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan bahwa kehadiran personel di dalam air bertujuan untuk memberikan peringatan dini secara langsung bagi wisatawan yang melewati batas aman.
“Kami tidak hanya berjaga di tepi pantai, tetapi juga aktif mengawasi dan menghalau pengunjung yang berenang ke laut, terutama di area yang berbahaya,” ujar Yudhi dalam keterangan resminya saat melakukan pemantauan di lapangan.
Kolaborasi dengan Warga Lokal
Dalam menjalankan strategi “jemput bola” ini, BPBD Lumajang melibatkan personel SAR lokal yang tergabung dalam Desa Tangguh Bencana (Destana). Keterlibatan warga setempat menjadi kunci karena pemahaman mendalam mereka terhadap pola arus dan ritme ombak di lokasi tersebut.
Seniman (60), salah satu anggota Destana, menyebutkan bahwa insting warga lokal sangat membantu dalam memetakan area berbahaya secara real-time.
“Kami sudah hafal arah arus dan ombak di sini. Kalau ada perubahan, biasanya langsung terasa,” kata Seniman.
Dwi Nurcahyo, anggota Tim SAR yang bertugas, menambahkan bahwa sinergi dengan masyarakat lokal mempercepat proses pengambilan keputusan saat terjadi situasi darurat. Dengan adanya tim yang sudah bersiaga di tengah laut menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap (safety kit), waktu respons (response time) jika terjadi laka laut dapat dipangkas secara drastis.
Edukasi dan Kepatuhan Wisatawan
Meski pengamanan telah diperketat hingga ke tengah ombak, BPBD menekankan bahwa faktor utama keselamatan tetap berada pada kesadaran wisatawan. Petugas secara konsisten memberikan edukasi agar pengunjung tidak mengabaikan rambu-rambu peringatan yang telah terpasang.
“Keselamatan menjadi prioritas. Kami terus mengingatkan pengunjung agar mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Yudhi Cahyono.
Skema pengamanan adaptif ini diharapkan dapat menjamin kelancaran aktivitas wisata di Kabupaten Lumajang, sekaligus meminimalisir risiko fatalitas di area pantai selama masa liburan panjang. (may)
