Ekonomi Lumajang 2025 Tumbuh 5,35 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Utama
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Kinerja ekonomi Kabupaten Lumajang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,35 persen. Data dari Badan Pusat Statistik mencatat, peningkatan ini didorong kuat oleh aktivitas konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi masyarakat menyumbang sekitar 70,15 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kondisi ini menegaskan bahwa daya beli warga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.
Secara nominal, nilai PDRB Kabupaten Lumajang pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp46,49 triliun, dengan PDRB per kapita sebesar Rp40,35 juta. Angka tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi sekaligus memperlihatkan pergerakan ekonomi yang semakin dinamis.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut yang dinilai sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintahan.
“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Lumajang pada tahun 2025 mencapai 5,35 persen. Terima kasih kepada Sekda, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, serta seluruh ASN yang selama ini telah bekerja keras mendorong pembangunan daerah,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pembangunan serta memperkuat sektor-sektor produktif.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menilai pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan kualitas manfaat bagi masyarakat.
“Capaian ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pelayanan publik, serta memastikan bahwa pembangunan daerah benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi struktur ekonomi, sektor pertanian masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 31,98 persen terhadap total PDRB. Dominasi ini menunjukkan bahwa sektor tersebut tetap menjadi fondasi utama ekonomi masyarakat Lumajang.
Selain itu, sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 23,66 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 14,14 persen serta konstruksi sebesar 7,49 persen. Komposisi ini mencerminkan struktur ekonomi yang semakin beragam.
Di sisi lain, sektor jasa menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Kategori jasa lainnya mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,78 persen, disusul sektor jasa perusahaan, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi.
Perkembangan sektor jasa tersebut menandakan adanya pergeseran aktivitas ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada sektor primer, tetapi juga mulai menguat pada sektor berbasis layanan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang melihat capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih inklusif. Fokus diarahkan pada peningkatan produktivitas sektor unggulan serta penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Kita harus terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Lumajang,” pungkas Bunda Indah.
Dengan tren pertumbuhan yang terjaga, Lumajang dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pembangunan ekonomi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan di masa mendatang. (may)
