Lumajang Gandeng FAO dan Universitas Jember Kembangkan Pisang Mas Kirana Melalui Program OCOP
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat posisi Pisang Mas Kirana sebagai komoditas unggulan daerah dengan menggandeng dukungan internasional dan akademisi. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dan Universitas Jember melalui program One Country One Priority Product (OCOP).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa pengembangan pisang mas kirana masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama tingginya tingkat buah yang terafkir karena kualitas belum memenuhi standar pasar. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi FAO dan Universitas Jember di Ruang Mahameru, Kantor Bupati Lumajang, Jumat (13/3/2026).
“Selama ini masih ada buah yang terafkir karena kualitasnya belum sesuai standar. Karena itu, peningkatan kualitas dan pemeliharaan tanaman menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.
Assistant FAO Representative, Ageng Herianto, menambahkan bahwa Indonesia memiliki keragaman varietas pisang yang besar, namun Pisang Mas Kirana Lumajang memiliki reputasi tinggi di tingkat internasional. Berdasarkan data FAO, pisang ini termasuk salah satu dengan cita rasa terbaik di dunia, sehingga FAO mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas melalui program OCOP.
Program tersebut menekankan pemeliharaan tanaman dan penguatan kapasitas petani melalui bimbingan teknis, mulai dari penanaman, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, Yuli Witono, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung pengembangan Pisang Mas Kirana melalui riset dan inovasi teknologi pertanian. Salah satunya adalah pengembangan laboratorium kultur jaringan untuk menghasilkan bibit unggul yang berkualitas dan seragam, sehingga mutu buah tetap terjaga.
“Dengan kultur jaringan, bibit berkualitas tersedia secara konsisten, memperkuat kepercayaan pasar terhadap Pisang Mas Kirana Lumajang,” jelasnya.
Universitas Jember juga siap bersinergi dengan FAO dan Pemkab Lumajang untuk mengembangkan produk turunan pisang mas kirana, sehingga komoditas ini tidak hanya berhenti pada buah segar, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai tambah.
Bunda Indah menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan bahwa dukungan FAO dan Universitas Jember penting untuk memastikan pengembangan Pisang Mas Kirana berjalan berkelanjutan, meningkatkan kualitas dan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi modern.
“Semoga pengembangan ini mampu mempertahankan kualitas Pisang Mas Kirana sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi kultur jaringan,” ujarnya.
Dengan penguatan budidaya, teknologi bibit, dan pengolahan produk, Pisang Mas Kirana diharapkan mampu membuka peluang pasar lebih luas, termasuk ekspor internasional, sekaligus memperkuat identitas Lumajang sebagai penghasil komoditas unggulan yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (may)
