Pemkab Lumajang dan LAZISMU Berikan Kado Ramadan untuk Guru Honorer, Marbot, dan Relawan

0
Pemkab Lumajang dan LAZISMU Berikan Kado Ramadan untuk Guru Honorer, Marbot, dan Relawan

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama LAZISMU menyerahkan Kado Ramadan bagi guru honorer, guru TPQ, marbot masjid, serta relawan penjaga perlintasan kereta api, Senin (9/3/2026) di Pendopo Arya Wiraraja. Kegiatan ini dihadiri Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, serta jajaran Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Lumajang.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menekankan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya ditopang program pemerintah atau pembangunan fisik, tetapi juga kontribusi sosial dari individu yang bekerja dengan penuh ketulusan.

“Kontribusi mereka sering kali berjalan dalam senyap, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, perhatian dan penghargaan terhadap mereka menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang berkeadilan dan saling peduli,” ujar Bunda Indah.

Ia menyoroti peran guru honorer dan guru TPQ dalam pembelajaran sekaligus menanamkan nilai moral dan spiritual kepada generasi muda. Marbot masjid menjaga rumah ibadah tetap aktif sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, sementara relawan perlintasan kereta api menjaga keselamatan publik di titik-titik yang rawan.

Bunda Indah menilai pengabdian kelompok ini menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat tidak selalu lahir dari peran yang besar atau terlihat, tetapi dari kesediaan menjalankan tanggung jawab sosial dengan penuh keikhlasan.

Ia juga mengapresiasi LAZISMU yang konsisten mengelola zakat, infak, dan sedekah masyarakat untuk mendukung berbagai program sosial. Menurut Bunda Indah, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga filantropi memperluas jangkauan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas masyarakat.

“Ketika kepedulian sosial tumbuh bersama, maka masyarakat akan memiliki kekuatan untuk saling menjaga dan saling menguatkan,” pungkasnya.

Momentum Ramadan diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga nilai empati, kebersamaan, dan penghargaan terhadap pengabdian masyarakat. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *