500 Pohon Ditanam di Puncak Sriti, Warga Tamanayu Bergerak Atasi Krisis Air Bersih

0
500 Pohon Ditanam di Puncak Sriti, Warga Tamanayu Bergerak Atasi Krisis Air Bersih

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Ancaman krisis air bersih akibat menurunnya debit sumber mata air mendorong warga Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, mengambil langkah konkret. Melalui kegiatan reboisasi di Kawasan Puncak Sriti, Dusun Jagokereng, Kamis (12/2/2026), ratusan pohon ditanam untuk memulihkan fungsi hutan sebagai daerah resapan.

Dusun Jagokereng menjadi salah satu wilayah yang terdampak berkurangnya pasokan air. Kondisi tutupan hutan yang semakin menipis menyebabkan daya simpan air melemah, sehingga aliran sumber mata air tidak lagi stabil. Reboisasi dipilih sebagai solusi jangka panjang untuk memperbaiki keseimbangan ekosistem sekaligus menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Sebanyak 500 pohon jenis beringin dan sukun ditanam dalam kegiatan tersebut. Kedua jenis tanaman itu dikenal memiliki sistem perakaran kuat dan kemampuan menyerap serta menyimpan air, sehingga efektif memperbaiki struktur tanah dan menjaga kelembapan kawasan hulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, Hertutik, menyatakan dukungan atas langkah masyarakat yang berinisiatif menjaga lingkungan secara mandiri.

“DLH sangat mendukung kegiatan reboisasi ini. Penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk memulihkan fungsi hutan sekaligus menjaga keberlangsungan sumber mata air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Kapolsek Pronojiwo, AKP Soegeng Susanto. Hadir dalam kesempatan itu unsur Forkopimca Pronojiwo, Kepala Desa Tamanayu, Kepala Desa Sumberurip, serta warga dan komunitas pecinta lingkungan. Keterlibatan berbagai unsur menunjukkan persoalan lingkungan membutuhkan penanganan lintas sektor.

AKP Soegeng Susanto menegaskan bahwa pelestarian hutan harus menjadi komitmen bersama dan berkelanjutan.

“Upaya seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan generasi berikutnya agar tetap memiliki sumber air dan lingkungan yang sehat,” tegasnya.

Reboisasi di Puncak Sriti menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air berbasis partisipasi masyarakat. Dengan memulihkan kawasan hulu, warga Desa Tamanayu berharap suplai air bersih kembali stabil dan lingkungan tetap terjaga demi keberlanjutan hidup di masa mendatang. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *