900 Pasien Antre Operasi Katarak, Pemkab Lumajang Perkuat Layanan dan Gandeng Komunitas

0
900 Pasien Antre Operasi Katarak, Pemkab Lumajang Perkuat Layanan dan Gandeng Komunitas

LUMAJANG (mediacenterlumajang.com) – Sebanyak 900 warga Kabupaten Lumajang tercatat masih menunggu jadwal operasi katarak di RSUD dr. Haryoto. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk memperkuat dukungan layanan kesehatan mata, termasuk melalui kolaborasi dengan organisasi sosial dan keagamaan.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa operasi katarak gratis menjadi kebutuhan mendesak yang hingga kini masih sangat dibutuhkan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri bakti sosial kesehatan di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Lumajang, Rabu (11/2/2026).

“Karena memang masyarakat Lumajang masih sangat membutuhkan bantuan sosial seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Ke depan, tentu akan kami fasilitasi lebih maksimal lagi,” ujar Mas Yudha.

Menurutnya, gangguan katarak tidak hanya berdampak pada kondisi kesehatan, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan kemandirian warga. Tidak sedikit penderita yang masih berada dalam usia produktif, namun mengalami hambatan dalam bekerja akibat penurunan fungsi penglihatan.

Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kabupaten Lumajang menunjukkan, antrean pasien katarak mencapai sekitar 900 orang. Mereka merupakan pasien suspek yang telah terdaftar dan menunggu tindakan medis di rumah sakit daerah.

Kepala DinkesP2KB Lumajang, dr. Rosyidah, menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga spesialis menjadi salah satu faktor utama panjangnya daftar tunggu. Saat ini, RSUD dr. Haryoto hanya didukung tiga dokter spesialis mata.

“Antrean di rumah sakit untuk pasien katarak ada 900 orang, ini yang suspek dan menunggu penanganan. Masing-masing dokter spesialis mata hanya diberi tugas 10 pasien per hari oleh BPJS untuk layanan katarak,” jelasnya.

Dengan pembatasan maksimal 10 tindakan per dokter setiap hari sesuai regulasi BPJS Kesehatan, percepatan penanganan membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah daerah pun membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Selain operasi katarak, Pemkab Lumajang juga menaruh perhatian pada deteksi dini gangguan penglihatan pada anak. Pemeriksaan mata bagi pelajar akan difasilitasi, termasuk pemberian kacamata gratis bagi yang membutuhkan.

“Anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan mata juga akan kami fasilitasi. Apabila dibutuhkan kacamata, akan kami berikan. Sedangkan untuk yang katarak, akan kami fasilitasi penanganannya di RSUD,” tegas Mas Yudha.

Pemerintah daerah menyambut positif keterlibatan komunitas seperti GUPDI dalam penyelenggaraan bakti sosial kesehatan. Sinergi tersebut dinilai efektif membantu mengurangi beban antrean sekaligus memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, tenaga medis, dan elemen masyarakat, Pemkab Lumajang berharap percepatan penanganan katarak dapat segera terwujud, sehingga warga yang mengalami gangguan penglihatan dapat kembali menjalani aktivitas secara mandiri dan produktif. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *