Berapa Zakat Fitrah 2026 Menurut BAZNAS?
A picture of Zakat rice bag with coins, tasbeeh and part of Quran. Zakat is a form of alms-giving treated in Islam as a religious obligation or tax, importance after solat by Quranic sequence.
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – BAZNAS RI menetapkan zakat fitrah Ramadhan 1447 H/2026 M sebesar Rp50.000 per orang yang dibayarkan melalui BAZNAS dan menjadi pedoman nasional. Nilai ini dihitung berdasarkan standar kebutuhan beras premium 2,5 kg–3,5 liter dan perkembangan harga beras di berbagai wilayah Indonesia.
“Setelah melalui kajian mendalam serta pertimbangan yang cermat, BAZNAS RI menetapkan nilai zakat fitrah menjadi Rp50 ribu per jiwa, serta menetapkan besaran fidyah sebesar Rp65 ribu per jiwa per hari sesuai dengan Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2026,” kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dilansir dari situs resmi Baznas.
Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 14 Tahun 2026 dan menjadi acuan bagi BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan LAZ di seluruh Indonesia.
Rincian Besaran dan Bentuk Zakat Fitrah 2026
Berikut ringkasan ketentuan zakat fitrah 2026 versi BAZNAS RI.
| Aspek | Ketentuan Zakat Fitrah 2026 |
|---|---|
| Besaran uang per jiwa | Rp50.000 per orang |
| Padanan beras | ± 2,5 kg atau 3,5 liter beras premium |
| Fidyah | Rp65.000 per jiwa per hari |
| Cakupan wilayah | Berlaku sebagai pedoman nasional Indonesia |
| Penyesuaian daerah | BAZNAS daerah/LAZ boleh menyesuaikan jika harga beras lokal jauh berbeda, sepanjang sesuai syariat dan aturan. |
Waktu Pembayaran Zakat Fitrah 2026
Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Penyaluran kepada mustahik disunnahkan selesai sebelum khatib naik mimbar saat salat Id, agar zakat benar-benar menjadi penyempurna puasa dan membantu kebutuhan hari raya fakir miskin.
Dengan memahami secara jelas berapa zakat fitrah 2026 menurut BAZNAS, umat Islam dapat menunaikan kewajiban ini dengan lebih yakin dan tepat. Zakat fitrah tidak hanya membersihkan diri dari kekurangan selama berpuasa, tetapi juga menjadi sarana nyata untuk membantu fakir miskin menyambut hari raya dengan layak dan penuh kegembiraan. (may)
