Bupati Lumajang Tekankan Kesiapan Menyeluruh CJH dalam Manasik Haji Terintegrasi 2026
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa kesiapan calon jemaah haji (CJH) sejak di daerah asal menjadi faktor penentu kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten Lumajang Tahun 2026 di GOR Wira Bhakti Lumajang, Kamis (5/2/2026).
Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah, manasik haji bukan sekadar kegiatan formal, melainkan fondasi utama agar CJH mampu melaksanakan ibadah secara aman, tertib, dan sesuai tuntunan. Ia meminta seluruh CJH mengikuti setiap tahapan manasik dengan sungguh-sungguh serta memahami tata cara ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Manasik ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi bekal utama bagi calon jemaah haji agar memiliki pemahaman yang utuh. Dengan persiapan yang baik, insyaallah pelaksanaan ibadah haji akan berjalan lancar,” ujarnya.
Bunda Indah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam mendukung penyelenggaraan haji yang berkualitas melalui sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memastikan pelayanan CJH berjalan optimal sejak persiapan hingga kepulangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Lumajang Umar Hasan menjelaskan bahwa manasik haji tahun 2026 dilaksanakan secara terintegrasi sebagai upaya memperbaiki tata kelola penyelenggaraan haji. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga kesiapan teknis, kesehatan, dan kemandirian jemaah.
“Mulai tahun ini, manasik haji dilaksanakan secara terintegrasi oleh Kemenag. Kami terbuka terhadap masukan dari para calon jemaah haji agar pelayanan ibadah haji ke depan semakin profesional dan responsif,” jelasnya.
Umar Hasan mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 1.256 CJH telah melunasi biaya haji dari total kuota 1.305 orang. Ia berharap para jemaah mampu bersikap mandiri selama pelaksanaan ibadah, dengan tetap berada dalam sistem pendampingan, khususnya bagi jemaah berisiko tinggi yang membutuhkan perhatian medis.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mengatur stamina, serta membawa perlengkapan secukupnya agar tidak menghambat perjalanan ibadah. Ia turut mengajak CJH yang lebih muda untuk membantu jemaah lansia dan perempuan sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Kepedulian sosial dan kebersamaan harus menjadi bagian dari ibadah haji. Dengan saling membantu, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna,” tuturnya.
Melalui manasik haji terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap seluruh CJH memiliki kesiapan fisik, mental, dan spiritual secara utuh sehingga ibadah haji dapat berjalan aman, nyaman, dan membawa kemabruran. (may)
