Omah Sinau Gesang Gelar Pasar Kebun Februari 2026, Hadirkan Edukasi Budaya dan Keberlanjutan
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Omah Sinau Gesang kembali menghadirkan ruang belajar alternatif bagi masyarakat melalui event Pasar Kebun, sebuah kegiatan edukatif terbuka yang menggabungkan nilai budaya lokal, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran berkelanjutan.
Founder Omah Sinau Gesang, Asih, menyampaikan Pasar Kebun merupakan agenda rutin yang digelar setiap Minggu Legi. Untuk Februari 2026, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber Talkshow Jelita, Sabtu (31/1/2026).
“Pasar Kebun merupakan event rutinan yang diadakan setiap hari Minggu Legi, dan di bulan ini akan dilaksanakan pada 8 Februari 2026,” ungkap Asih.
Ia menjelaskan, Pasar Kebun tidak sekadar menghadirkan aktivitas jual beli, tetapi dirancang sebagai wahana edukasi yang menghadirkan diskusi budaya, lokakarya kerajinan tradisional, sajian kuliner lokal, hingga edukasi pengurangan dan pengolahan sampah. Seluruh kegiatan dikemas secara interaktif agar mudah diterima berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Menurut Asih, pendekatan tersebut bertujuan menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar warisan masa lalu. Melalui Pasar Kebun, masyarakat diajak memahami bahwa nilai budaya lokal tetap relevan dan dapat menjadi dasar membangun gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
“Di Pasar Kebun kita mengundang masyarakat umum yang tertarik di bidang sustainability, kebudayaan lokal, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain fungsi edukatif, Pasar Kebun juga menjadi ruang perjumpaan sosial bagi warga. Kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan melalui aktivitas yang partisipatif dan inklusif.
“Saya berharap, melalui event Pasar Kebun, dapat memberikan dampak positif secara sosial dan budaya bagi masyarakat,” harap Asih.
Melalui konsistensi penyelenggaraan Pasar Kebun, Omah Sinau Gesang menegaskan peran komunitas sebagai motor penggerak edukasi nonformal. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya, pembelajaran masyarakat, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. (may)
