Harga Emas Turun Drastis 31 Januari 2026, Momentum Menarik untuk Investor
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Harga emas turun drastis pada Sabtu, 31 Januari 2026, dan langsung menyita perhatian investor serta masyarakat Indonesia.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi di atas Rp3 juta per gram dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini waktu yang tepat untuk membeli emas?
Harga Emas Turun, Segini Harganya
Berdasarkan pembaruan pukul 09.15 WIB, harga emas Antam tercatat turun tajam sebesar Rp260.000 per gram menjadi Rp2.860.000. Sehari sebelumnya, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp3.120.000 per gram. Untuk pecahan lain, harga emas Antam tercatat sebagai berikut:
-
0,5 gram: Rp1.430.000
-
1 gram: Rp2.860.000
-
2 gram: Rp5.660.000
-
100 gram: Rp286.000.000
Sementara itu, emas perhiasan Raja Emas Indonesia 24 karat juga mengalami penurunan Rp155.000 menjadi Rp2.420.000 per gram. Berbeda dengan itu, harga emas Lakuemas relatif stabil di level Rp2.601.000 per gram.
Secara global, harga emas dunia berada di level USD4.886 per troy ounce, turun sekitar 9% secara harian. Meski demikian, dalam skala tahunan emas masih mencatat kenaikan hingga 74%.
Penyebab Harga Emas Turun
Fenomena harga emas turun dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, penguatan dolar AS akibat data ekonomi Amerika Serikat yang positif. Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga indeks dolar menguat dan membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global.
Kedua, meredanya ketegangan geopolitik global mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh hedge fund setelah reli panjang emas sepanjang 2026 turut mempercepat koreksi harga. Di dalam negeri, akhir bulan juga menjadi momen penyesuaian harga oleh pedagang emas lokal.
Analisis Tren Harga Emas
Penurunan ini dinilai sebagai koreksi alami setelah harga emas Antam menyentuh rekor Rp3,1 juta per gram. Analis memperkirakan harga emas berpotensi stabil atau naik tipis Rp10.000–Rp20.000 pada awal pekan depan. Secara bulanan, harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 13%, meskipun volatilitas diprediksi tetap tinggi menjelang rilis data inflasi AS Februari 2026.
Di pasar fisik seperti Glodok dan beberapa daerah di Jawa Timur, transaksi emas dilaporkan turun 20–30%, namun likuiditas pasar tetap terjaga.
Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli?
Bagi investor jangka panjang, harga emas turun saat ini dapat menjadi peluang menarik. Level Rp2,8 jutaan per gram dinilai sebagai entry point yang lebih aman dibandingkan membeli di puncak harga. Disarankan untuk mengalokasikan 10–20% portofolio ke emas, baik emas fisik Antam maupun produk ETF emas yang likuid.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati terhadap risiko penurunan lanjutan hingga Rp2,7 juta per gram jika dolar AS terus menguat. Meski begitu, prospek jangka menengah masih bullish dengan potensi harga emas menuju Rp3,2 juta per gram pada kuartal II 2026. (may)
