Lapak Roboh di Pasar Krai, Pemkab Lumajang Prioritaskan Evaluasi Infrastruktur Pasar
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Insiden robohnya lapak di Pasar Krai, Kecamatan Yosowilangun, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mempercepat evaluasi dan perbaikan infrastruktur pasar rakyat. Pemkab menegaskan aspek keselamatan pedagang dan pengunjung menjadi prioritas dalam penataan sarana pasar.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyampaikan hal tersebut usai meninjau lokasi kejadian serta menjenguk warga terdampak yang menjalani perawatan di Puskesmas Yosowilangun dan yang dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (20/1/2026).
“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama. Insiden ini menjadi peringatan serius bahwa infrastruktur pasar yang tidak layak tidak boleh lagi digunakan,” tegas Mas Yudha.
Ia menyebut hasil pengecekan di lokasi mengarah pada kondisi bangunan lapak yang sudah tua dan tidak layak, bukan dipicu faktor cuaca.
“Tidak ada hujan dan tidak ada angin. Ini murni karena bangunan dasar yang sudah tidak layak, tetapi tetap dipaksakan untuk digunakan. Ini tidak boleh terulang,” ujarnya.
Lapak yang ambruk diketahui berbahan kayu tua dan bukan konstruksi permanen. Saat kejadian, pedagang sedang beraktivitas di lapak berukuran sekitar 3 x 10 meter. Bangunan kemudian roboh dan menimpa tiga pedagang hingga mengalami luka pada bagian punggung dan leher.
Peristiwa itu terjadi pada pagi hari ketika kondisi pasar belum ramai sehingga tidak ada korban dari pengunjung. Meski demikian, Pemkab menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak lebih besar jika terjadi saat aktivitas pasar padat.
“Kalau terjadi lebih siang, risikonya bisa jauh lebih besar. Ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki seluruh sarana pasar yang sudah tidak layak,” tambahnya.
Pemkab Lumajang memastikan akan mempercepat penataan dan pembenahan, terutama pada lapak nonpermanen yang sudah uzur. Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan serta audit kondisi bangunan pasar di wilayah lain untuk mendeteksi potensi risiko lebih awal.
“Kita tidak ingin menunggu sampai jatuh korban berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan kita lakukan terhadap sarana pasar di seluruh Lumajang,” pungkas Mas Yudha. (may)
