Bupati Lumajang Tinjau Pedestrian Alun-Alun, Tegaskan Respons Terbuka atas Laporan Warga

0
Bupati Lumajang Tinjau Pedestrian Alun-Alun, Tegaskan Respons Terbuka atas Laporan Warga

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang merespons laporan masyarakat terkait kondisi pedestrian di kawasan Alun-Alun Lumajang dengan langkah terbuka dan langsung. Bupati Lumajang Indah Amperawati melakukan peninjauan lapangan pada Senin (5/1/2026) untuk memastikan kualitas ruang publik tetap terjaga dari aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan.

Peninjauan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan warga mengenai beberapa titik granit pedestrian yang dinilai perlu mendapatkan perhatian teknis. Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan bahwa setiap masukan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembangunan ruang publik.

Bunda Indah menjelaskan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti bersama konsultan pengawas proyek. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi yang dilaporkan masih termasuk dalam masa pemeliharaan pekerjaan, sehingga mekanisme perbaikan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Penataan ruang publik adalah proses yang terus berjalan. Pemerintah memastikan aspek teknis ditangani sesuai aturan, namun keberlanjutan manfaatnya sangat bergantung pada kepedulian bersama,” ujarnya.

Dari total luasan pedestrian sekitar 3.200 meter persegi, hanya sebagian kecil area yang membutuhkan penyesuaian teknis. Informasi ini, menurut Bunda Indah, perlu disampaikan secara utuh agar masyarakat memperoleh gambaran yang proporsional terkait kondisi fasilitas yang ada.

Lebih dari sekadar persoalan teknis, Bunda Indah memandang laporan masyarakat sebagai refleksi kepedulian sosial. Alun-alun, kata dia, bukan hanya ruang fisik, tetapi juga ruang bersama yang mencerminkan nilai kedisiplinan dan rasa memiliki warga terhadap kotanya.

“Alun-alun bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang perjumpaan nilai. Di sinilah kita belajar menghormati sesama dengan menjaga kebersihan dan ketertiban,” jelasnya.

Ia juga mengajak pengunjung alun-alun untuk berperan aktif menjaga fasilitas publik melalui tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menggunakan sarana sesuai peruntukannya. Konsistensi perilaku tersebut dinilai penting dalam membangun budaya kota yang tertib.

Revitalisasi pedestrian Alun-Alun Lumajang dinilai telah membawa dampak positif, terutama dari sisi keselamatan dan inklusivitas. Jalur pejalan kaki yang lebih rata dan ramah difabel membuka akses yang lebih aman bagi lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas.

“Ketika ruang publik ramah bagi kelompok rentan, maka sejatinya kota sedang bergerak menuju keadilan sosial,” ungkap Bunda Indah.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah juga mengajak pelaku usaha di sekitar alun-alun untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Menurutnya, aktivitas ekonomi dapat tumbuh seiring dengan kualitas ruang publik apabila dikelola dengan kesadaran bersama.

Menutup pernyataannya, Bunda Indah menegaskan bahwa pembangunan fisik memiliki batas, sementara peran masyarakat dalam merawat fasilitas publik tidak. Partisipasi warga menjadi kunci agar ruang publik dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Merawat ruang bersama berarti merawat peradaban. Ketika alun-alun kita jaga, sesungguhnya kita sedang menjaga wajah Lumajang hari ini dan masa depan,” pungkasnya. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *