Lumajang Catat 100% Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan, Bye-bye Dukun!
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat seluruh proses persalinan di Kabupaten Lumajang pada 2025 telah ditangani oleh tenaga kesehatan. Temuan ini menunjukkan layanan persalinan yang aman semakin merata sekaligus menandai bergesernya praktik persalinan tradisional yang ditangani dukun/paraji sebagai penolong utama.
Berdasarkan Susenas Maret 2025, persalinan di Kabupaten Lumajang 100 persen ditolong oleh tenaga kesehatan. Capaian tersebut menggambarkan bahwa mayoritas ibu melahirkan kini mengandalkan tenaga medis seperti dokter atau bidan dalam proses persalinan.
Dengan angka 100 persen, persalinan yang sebelumnya kerap ditolong dukun secara penuh dinilai semakin berkurang, seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dan edukasi kesehatan ibu serta bayi.
Pertolongan tenaga kesehatan dinilai penting karena berperan besar dalam menekan risiko komplikasi saat persalinan, baik bagi ibu maupun bayi. Penanganan medis yang tepat juga menjadi kunci dalam pencegahan kematian ibu dan bayi, termasuk penanganan darurat jika terjadi kondisi tertentu saat proses melahirkan.
BPS menjelaskan indikator pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan salah satu ukuran layanan kesehatan dasar. Dengan capaian penuh, Lumajang menunjukkan pemanfaatan layanan kesehatan maternal yang lebih kuat dan menjangkau masyarakat secara luas.
Meski demikian, keberadaan tenaga pendamping tradisional seperti dukun bayi di beberapa daerah umumnya masih ditemui dalam peran sosial tertentu, misalnya membantu pendampingan pasca persalinan. Namun, data BPS menunjukkan bahwa aspek utama pertolongan persalinan di Lumajang sudah sepenuhnya berada di tangan tenaga kesehatan.
Ke depan, capaian ini diharapkan dapat dipertahankan dengan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan kehamilan, edukasi kesehatan reproduksi, peningkatan kualitas fasilitas kesehatan, serta jaminan akses layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. (may)
