Pemkab Lumajang Klaim 52,74% Disabilitas Sudah Terbantu di 2025

0
Pemkab Lumajang Klaim 52,74% Disabilitas Sudah Terbantu di 2025

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Peringatan Hari Disabilitas Internasional Kabupaten Lumajang 2025 menjadi panggung evaluasi sekaligus penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (28/12/2025), menyoroti capaian bantuan sosial, penguatan keterampilan, hingga dukungan terhadap prestasi atlet paralimpik daerah.

Mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas”, Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penyandang disabilitas harus diposisikan sebagai bagian aktif dari pembangunan sosial dan ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menekankan bahwa pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan kewajiban pemerintah dalam memastikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) terpenuhi.

“Mereka memiliki hak yang sama untuk pelayanan, kesempatan, dan akses kehidupan yang layak. Tidak ada ruang untuk diskriminasi atau marginalisasi,” tegas Bunda Indah.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Lumajang melalui Dinas Sosial P3A menyalurkan bantuan alat bantu dan jaminan sosial bagi warga disabilitas. Rinciannya meliputi 66 kursi roda standar, 37 kursi roda cerebral palsy, 70 kaki palsu, serta dua tangan palsu. Bantuan asistensi bagi penyandang disabilitas berat juga telah direalisasikan untuk 73 jiwa dari 113 jiwa yang diajukan.

Selain itu, pemerintah daerah mencatat penyaluran bantuan melalui sejumlah skema program nasional dan daerah. Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada 468 jiwa, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 1.652 jiwa, dan Bantuan Iuran Kesehatan (PBI) untuk 1.645 jiwa.

Dari total 4.427 penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang, pemerintah menyebut 1.983 jiwa atau 52,74 persen telah menerima bantuan sosial. Bunda Indah menyatakan target pemerintah daerah tidak berhenti pada angka itu, melainkan mengarah pada pemenuhan hak dan aksesibilitas secara menyeluruh.

“Target kami adalah pemenuhan aksesibilitas dan hak penyandang disabilitas secara menyeluruh, melalui sinergi APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan APBN,” tegasnya.

Pemkab Lumajang juga menekankan arah kebijakan yang tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi pada pemberdayaan berkelanjutan. Berbagai pelatihan keterampilan disiapkan agar penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi, seperti menjahit, berwirausaha, pijat terapi, serta keterampilan mandiri lainnya.

“Penyandang disabilitas harus diberdayakan, bukan hanya dibantu. Semua program harus membangun kapasitas mereka agar dapat berkarya dan berinteraksi sosial secara maksimal,” jelas Bunda Indah.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga menyoroti pentingnya verifikasi dan validasi data sebagai fondasi program yang tepat sasaran. Ia menilai tanpa data yang akurat, risiko bantuan tidak sampai kepada kelompok yang berhak akan semakin besar.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, keluarga, dan komunitas untuk memastikan hak penyandang disabilitas terpenuhi.

Bupati turut menyampaikan pesan motivasi bagi penyandang disabilitas agar tidak kehilangan kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan.

“Jangan pernah merasa minder atau berkecil hati. Jalani kehidupan dengan semangat dan percaya diri. Keluarga dan masyarakat harus menjadi pendamping penuh kasih.”

Pada acara tersebut, Pemkab Lumajang juga memberikan apresiasi kepada atlet paralimpik daerah yang berprestasi di Kejuaraan Paralimpik Provinsi Jawa Timur 2025. Abdul Rojak meraih medali perak lompat jauh, Mudiyono meraih medali emas lempar lembing, sedangkan Ahmad Farid menyumbang emas pada lari 800 meter dan 1.500 meter.

“Prestasi mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat,” ujar Bunda Indah.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Lumajang menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan.

Selain akses layanan publik dan bantuan sosial, Pemkab Lumajang menyatakan fokusnya juga pada penguatan kapasitas dan ruang partisipasi, agar penyandang disabilitas dapat berkarya dan berdaya tanpa batas. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *