Pemkab Lumajang Ajak Akademisi Perkuat Kebijakan Berbasis Riset di Sarasehan FPTS
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam Sarasehan Nasional Refleksi Akhir Tahun Forum Perguruan Tinggi Swasta (FPTS) Lumajang yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (23/12/2025).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menyebut sarasehan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil pembangunan daerah dengan kapasitas keilmuan perguruan tinggi. Menurutnya, akademisi tidak hanya berperan sebagai mitra diskusi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak solusi berbasis riset yang sesuai dengan kondisi lokal Lumajang.
“Sarasehan ini kami harapkan menjadi titik temu antara kebutuhan riil daerah dengan pemikiran akademis. Lumajang membutuhkan gagasan dan inovasi yang lahir dari kajian ilmiah untuk menjawab persoalan di lapangan,” ungkapnya.
Sejalan dengan tema “Kerja Sama FPTS dan Pemerintah Daerah dalam Memperkuat Tata Kelola Ketahanan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan”, Pemkab Lumajang mendorong optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi agar lebih membumi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian dinilai perlu diarahkan pada persoalan konkret yang dihadapi daerah.
Dalam sambutannya, Bunda Indah memaparkan sejumlah isu strategis yang membutuhkan kontribusi pemikiran akademisi. Di antaranya penguatan tata kelola pemerintahan yang efisien dan transparan, pengembangan sistem deteksi dini gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, hingga pemerataan infrastruktur dasar yang disertai mitigasi bencana berbasis riset, mengingat Lumajang memiliki potensi risiko bencana.
Selain isu tata kelola dan mitigasi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada penguatan ekonomi lokal. Bunda Indah mendorong agar akademisi terlibat dalam penguatan sektor unggulan daerah, termasuk penetapan Produk Unggulan Daerah (PUD) sesuai amanat Permendagri Nomor 9 Tahun 2014, agar pembangunan ekonomi Lumajang memiliki arah yang jelas dan berbasis data.
Isu kerawanan sosial, ketahanan pangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus yang diharapkan dapat diperkuat melalui riset dan pengabdian. Menurut Bunda Indah, dukungan kajian ilmiah penting untuk memastikan kebijakan publik dan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Bupati Lumajang mengajak akademisi FPTS Lumajang menjadikan isu strategis daerah sebagai objek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis data yang aplikatif dan kontekstual.
“Dengan sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi, kami optimistis Lumajang dapat membangun kebijakan yang lebih kuat, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (may)
