Lansia Lumajang Terima Layanan Kesehatan Komprehensif Gratis, Deteksi Dini Jadi Prioritas
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Margono, warga Kecamatan Tekung, mengukir senyum bahagia di hari ulang tahun ke-61-nya. Bukan sekadar perayaan biasa, melainkan berkah medical check-up cuma-cuma dari Puskesmas Tekung.
“Sakjane ra nyangka, ulang taun iso oleh pemeriksaan koyo ngene iki (Sebenarnya saya tidak menyangka, di hari ulang tahun bisa mendapatkan pemeriksaan seperti ini),” ungkapnya penuh syukur.
Inisiatif Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga senior ini menjadi wujud kepedulian Pemkab Lumajang dalam memastikan kondisi kesehatan mereka terpantau secara optimal.
Layanan ini meliputi pemeriksaan geriatri lengkap, pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar gula, evaluasi status gizi, hingga penapisan (skrining) penyakit kronis seperti stroke, jantung, PPOK, dan bahkan kanker.
Lebih jauh, fungsi organ vital seperti hati dan ginjal, serta indra penglihatan dan pendengaran pun tak luput dari pemeriksaan. Aspek kesehatan mental juga diperhatikan, demi mewujudkan lansia yang bugar lahir dan batin.
Marfuah, selaku pihak yang bertanggung jawab atas CKG di Dinkes P2KB Lumajang, menargetkan jangkauan layanan kepada 414.815 penduduk tahun ini, setara 36 persen dari total populasi Lumajang.
“Hingga 11 November 2025, kami telah memberikan layanan kepada 204.564 warga, atau sekitar 17,85 persen dari keseluruhan penduduk,” terangnya.
Menurut dr. Neilavery Winda Suci Parameswari, Dokter Ahli Pertama Puskesmas Tekung yang juga koordinator CKG, program ini vital dalam upaya preventif.
“CKG ini penting supaya lansia bisa mengenali risiko penyakit sedini mungkin. Banyak persoalan kesehatan yang baru terungkap setelah pemeriksaan menyeluruh semacam ini,” jelasnya.
Selain pemeriksaan, para lansia juga dibekali edukasi mengenai gaya hidup sehat, manajemen penyakit kronis, serta kiat menjaga kebugaran fisik dan mental. Petugas puskesmas pun memastikan setiap warga merasa nyaman dan memahami hasil pemeriksaan yang diperoleh.
Bagi Margono, layanan ini menghadirkan rasa aman dan wujud perhatian.
“Yen kulo ngerti kahanan awak dhewe, ra bakal kaget nek ana penyakit sing ndadak (Kalau saya tahu kondisi tubuh sendiri, tidak akan kaget kalau ada penyakit mendadak),” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi tulus kepada pemerintah atas kepeduliannya terhadap para lansia. “Matur nuwun sanget, kulo lan kanca-kanca rumangsa diapresiasi lan diopeni (Terima kasih, saya dan teman-teman merasa diperhatikan dan dirawat),” imbuhnya.
Program ini selaras dengan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) dalam RPJMN, yang mendorong layanan inklusif bagi kelompok rentan. Pemkab Lumajang, melalui Dinas Kesehatan P2KB, berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan CKG melalui layanan mobile clinic dan penguatan peran kader posyandu di tingkat desa.
Langkah ini juga menunjang strategi nasional dalam pencegahan penyakit kronis serta peningkatan kualitas hidup lansia. Dengan pendekatan humanis dan berbasis komunitas, Lumajang membuktikan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya terpaku pada infrastruktur, namun juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan solidaritas antar generasi. (may)
