Tanamkan Cinta Makan Ikan Sejak Sekolah, Lumajang Dorong Generasi Sehat dan Cerdas
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Sekolah dasar kini tak hanya menjadi tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga ruang penting untuk menumbuhkan kebiasaan makan sehat. Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di SD Negeri Karangbendo 04, Kecamatan Tekung, Selasa (4/11/2025), kebiasaan makan ikan diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forikan Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menyebut sekolah sebagai titik awal perubahan pola makan masyarakat.
“Di sekolah, anak-anak belajar tidak hanya teori gizi, tetapi juga mempraktikkan pola makan sehat yang dapat berkelanjutan hingga ke rumah dan komunitas,” ujarnya.
Sebanyak 120 siswa dari lokus stunting mengikuti kegiatan tersebut. Mereka diajak makan ikan bersama, menjawab kuis interaktif, hingga mengenal berbagai manfaat gizi ikan bagi tubuh. Suasana belajar dibuat santai agar pesan gizi mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Menurut Dewi Natalia, pembiasaan makan ikan sejak usia dini bukan sekadar soal menu, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi.
“Kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini akan menjadi fondasi gizi yang kuat bagi generasi Lumajang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kandungan protein dan asam lemak omega-3 dalam ikan berperan besar dalam menunjang pertumbuhan fisik, kecerdasan otak, serta daya tahan tubuh anak.
Karena itu, ia mengajak guru dan orang tua berkolaborasi menjaga kesinambungan kebiasaan ini, baik di sekolah maupun di rumah.
“Sekolah adalah fondasi perubahan. Ketika anak-anak terbiasa mengonsumsi ikan di lingkungan pendidikan, mereka akan membawa kebiasaan itu ke rumah, memperkuat gizi keluarga, dan secara berkelanjutan mendukung generasi sehat, cerdas, dan tangguh di Lumajang,” katanya.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Perikanan Lumajang, Yuli Harismawati, yang menilai edukasi gizi di sekolah perlu diimbangi dengan akses pangan yang mudah dan berkualitas.
“Edukasi harus diikuti dengan ketersediaan ikan segar dan olahan bergizi yang mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Perikanan berencana menggencarkan kampanye media sosial bertajuk “Ikan untuk Tumbuh Sehat”. Kampanye ini ditujukan untuk memperluas kesadaran masyarakat bahwa makan ikan bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup dan budaya pangan yang membangun generasi kuat.
Dengan langkah-langkah tersebut, Lumajang berupaya menjadikan makan ikan sebagai kebiasaan positif yang lahir dari sekolah, tumbuh di rumah, dan mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (may)
