Wabup Minta Camat Jangan Jadi ‘Pengendali Meja’, Turun ke Bawah!
Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, kembali menekankan pentingnya budaya Turun ke Bawah (TURBA) bagi para camat dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Lumajang. Penegasan ini disampaikan saat ia memimpin Apel Pagi dalam kegiatan Setor Madu ke-16 di Halaman Kantor Camat Tekung, Rabu (29/10/2025).
Mas Yudha, sapaan akrabnya, mengingatkan para camat untuk tidak hanya berperan sebagai pengendali administrasi yang berkutat di balik meja. Lebih dari itu, mereka harus menjadi pemimpin lapangan yang memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
“Tugas pemerintahan bukan sekadar mengatur, tetapi hadir, mendengar, dan merasakan,” tegas Mas Yudha. “Camat harus tahu seperti apa jalan desa, kondisi warga, serta tantangan yang dihadapi aparat di bawah.”
Menurutnya, TURBA adalah wujud nyata kepemimpinan yang membumi. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah aktif untuk membangun kepekaan sosial dan memperkuat kepercayaan publik. Dengan turun langsung ke lapangan, aparatur pemerintah dapat menilai fakta secara langsung, menyerap aspirasi, dan menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Jangan menunggu laporan datang, tapi datangi sumber masalahnya,” imbuhnya. “Pemerintah yang efektif adalah yang hadir sebelum warga mengeluh.”
Dalam kesempatan itu, Mas Yudha juga menekankan pentingnya komunikasi yang solid antar level pemerintahan. Koordinasi yang baik antara camat, kepala desa, lintas sektor, dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kecepatan respon dan keselarasan program pembangunan.
“Setiap camat adalah simpul strategis. Kalau simpul ini aktif bergerak, maka pelayanan publik di bawah juga akan hidup,” jelasnya. “Kita ingin pemerintahan Lumajang dikenal dekat dengan rakyatnya, bukan jauh di atas menara birokrasi.”
Kegiatan Setor Madu ke-16 ini menjadi momentum reflektif bagi kecamatan untuk mengevaluasi capaian dan memperbaiki pola kerja. Mas Yudha berharap, apel pagi bukan sekadar formalitas, tetapi ruang pembinaan agar aparatur lebih berjiwa lapangan dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.
Menanggapi arahan tersebut, Camat Tekung menyampaikan apresiasi dan berkomitmen untuk memperbanyak agenda lapangan bersama perangkat desa. Tujuannya, untuk memastikan pelayanan dan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Apel ditutup dengan penyerahan laporan kinerja kecamatan serta dialog terbuka antara Wakil Bupati dan jajaran Tekung. Semangat kebersamaan terasa kuat, menandai tekad bersama untuk membangun pemerintahan yang gesit, peka, dan hadir di tengah masyarakat. Semangat ini menjadi wujud nyata dari TURBA “Lumajang Berdaya”. (may)
