266 Keluarga di Lumajang Keluar dari PKH, Buktikan Miskin Bukan Takdir Tetap

0
266 Keluarga di Lumajang Keluar dari PKH, Buktikan Miskin Bukan Takdir Tetap

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Cerita baru lahir dari para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lumajang. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 266 keluarga dinyatakan “graduasi”, artinya mereka tak lagi bergantung pada bantuan sosial dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Koordinator PKH Lumajang, Akbar Al-Amin, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa intervensi sosial pemerintah berjalan sesuai tujuan.

“Gradiasi PKH terus berlangsung. Tahun lalu, ada 266 KPM yang dinyatakan mandiri. Saat ini, total penerima PKH di Lumajang tinggal 36.881 keluarga,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Graduasi bukan sekadar penghentian bantuan, tetapi hasil dari proses panjang pendampingan. Banyak keluarga yang berhasil memanfaatkan program untuk memulai usaha, sehingga perlahan mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Ada yang membuka warung, mengembangkan pertanian kecil, hingga membuat produk kerajinan lokal.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menggarisbawahi bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari program pemberdayaan sosial ekonomi yang dijalankan pemerintah.

“Sebagian besar keluarga yang graduasi mengaku mampu mandiri karena mulai berusaha sendiri. Pemerintah melalui PSSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) memberikan modal awal sekitar 5 juta rupiah, dan mereka mengelolanya untuk membangun usaha kecil,” jelasnya.

Menurut Bunda Indah, PKH memang didesain bukan hanya sekadar memberikan bantuan tunai, tetapi mendorong terciptanya kemandirian.

Dengan bekal modal usaha, pelatihan, serta pendampingan, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat menapaki jalan baru menuju kehidupan yang lebih stabil.

Akbar menambahkan, meskipun jumlah penerima PKH berkurang karena graduasi, perhatian pemerintah tidak berhenti di sana.

“Graduasi bukan akhir, melainkan awal dari kemandirian. Kami ingin setiap keluarga yang keluar dari program PKH memiliki bekal yang cukup untuk mengelola kehidupannya dan memberikan contoh bagi komunitasnya,” pungkasnya.

Keberhasilan 266 keluarga ini menjadi inspirasi: kemiskinan bisa dilawan dengan kombinasi pendampingan, modal, dan kemauan kuat untuk berusaha.

Program PKH di Lumajang kini tidak hanya dipandang sebagai jaring pengaman sosial, melainkan juga sebagai motor penggerak lahirnya masyarakat mandiri dan produktif. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *