232 Rumah Rusak, Jalan hingga Tanggul Jebol: Bupati Lumajang Paparkan Dampak Bencana Semeru ke DPR RI!

0
232 Rumah Rusak, Jalan hingga Tanggul Jebol: Bupati Lumajang Paparkan Dampak Bencana Semeru ke DPR RI!

Lumajang (mediacenterlumajang.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang memaparkan kondisi terbaru kerusakan infrastruktur akibat erupsi Gunung Semeru yang diperburuk curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir.

Paparan ini disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), kepada Tim Pengawas Penanganan Bencana DPR RI di Pendopo Arya Wiraraja, Rabu (26/11/2025).

Dalam pemaparan tersebut, Bupati menjelaskan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, sebagai wilayah dengan dampak paling parah. Pendataan awal mencatat 232 rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat material vulkanik dan banjir lahar hujan.

Selain permukiman, kerusakan juga melanda infrastruktur vital yang mengganggu mobilitas warga dan distribusi bantuan. Di Supiturang, sekitar 1.000 meter jalan lingkungan dan jaringan drainase rusak dan memerlukan penanganan cepat.

Bunda Indah menegaskan pentingnya penguatan perlindungan kawasan rawan, termasuk pembangunan ulang tanggul sepanjang 2.500 meter di Dusun Sumber Sari yang kondisinya melemah.

Ia juga menyoroti kebutuhan pembukaan alur sungai sepanjang 2.500 meter untuk mencegah banjir lahar dingin.

“Pembukaan alur yang telah dikerjakan baru mencapai 500 meter, sehingga masih diperlukan sekitar 2.000 meter lagi untuk memastikan alirannya aman,” terang Bunda Indah.

Pada wilayah Kecamatan Candipuro, kerusakan infrastruktur turut berdampak pada jalur pelintas di Desa Jugosari. Pemerintah menilai perlu jembatan gantung 300 meter untuk menjaga konektivitas antarwilayah—urgen untuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Sementara itu di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, tanggul sepanjang 300 meter mengalami kerusakan dan harus segera diperkuat demi melindungi permukiman dan area pertanian.

“Nilai kerusakan infrastruktur masih dalam proses asesmen dan akan menjadi dasar penentuan kebutuhan penanganan berikutnya,” ujar Bunda Indah.

Pemkab berharap kehadiran Timwas DPR RI dapat memperkuat koordinasi pusat–daerah sehingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat, tepat, dan melindungi masyarakat di kawasan rawan bencana.

Upaya pemulihan di Lumajang dipastikan akan terus dipacu agar kehidupan warga terdampak kembali normal secepat mungkin. (may)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *